Kumpulan cerita sex terbaru, cersex bergambar, kisah hot, cerita dewasa, cerita mesum, cerpen ngentot, cerita selingkuh dan cerita seks pemerkosaan.

cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita sex sedarah

Asyiknya Ngentot Perawan di Malam Pertama - Bokep Terkini

Ngentot Perawan Di Malam Pertama

Kisah ini terjadi tujuh tahun dari sekarang, tepatnya tahun 2010. Kisah ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang menjalin cinta sejak di bangku kuliah. Sang lelaki adalah seorang pengacara muda yang sangat haus akan hubungan sex, sedangkan sang wanita adalah seorang yang rada ngeri dengan sex. Maklum, masih perawan.


Bokep Terkini - Pada hari yang telah ditentukan, mereka melangsungkan akad nikah.  Deni (nama samaran sang lelaki) sudah merencanakan bahwa resepsi pernikahan ini hanya berlangsung satu hari dan hanya beberapa jam saja di gedung sewaan. Setelah itu keduanya langsung pergi ke hotel yang telah dipesan.

Malam itu, Deni  dan Irma (nama samaran sang perempuan) sangat lelah setelah ngobrol dengan orangtua dan sanak famili mereka. Mereka bersyukur para tamu tak diundang sudah pada pulang. Akhirnya tinggallah mereka berdua di hotel bintang lima itu. Terlebih dahulu Irma membersihkan make up yang menempel.
"Papa mandi duluan gih. Ntar Mama nyusul" kata Irma dengan lembut sambil mengelus kepala suaminya.
"Nggh, Papa duluan ya Ma," Deni menggeliat bangun sambil mencium bibir istrinya dengan mesra.
"Hmm" Irma membalas ciuman itu dengan hangat.

Kemudian terdengar desiran shower yang membasahi tubuh Deni. Sementara Irma menunggu sambil membaca majalah wanita (padahal Deni sengaja membeli majalah-majalah erotis supaya Irma terangsang). Irma adalah tipe wanita yang tidak ingin tahu soal hubungan sex, bahkan sejak di bangku kuliah. Paling-paling hal yang dilakukan sama Deni dulu hanya sebatas ciuman saja.

Lima belas menit kemudian Deni memanggil dari kamar mandi.
"Ma, mandi bareng yuk!" Irma kaget dan langsung menolak ajakan itu.
Tapi Deni nekat, dengan tubuh yang telanjang bulat dan penis yang menegang, dia berjalan menyusuri kamar dan menggendong istrinya.
"Papa apa-apaan? Baju Mama jadi basah ni!" Irma meronta, tapi percuma. Deni begitu kuat mencengkeram.
"Nggak apa-apa Ma!"

Deni membanting pintu kamar mandi. Dengan masih berpakaian lengkap Deni menggiring tubuh istrinya hingga kebasahan kena air shower. Irma teriak-teriak seperti orang yang akan diperkosa. Deni mendempet tubuh istrinya sehingga Irma tidak dapat bergerak lagi.
"Papa jangan Pa! Jangan di sini!" tangisnya meledak.

Deni hanya tersenyum saja. Dia dengan cepat melepas kaos istrinya hingga mencuatlah BH yang membungkus payudara berwarna coklat mulus. Irma tambah histeris.
"Aahh!! Paa jangan!" jeritnya mengiba ketika Deni melepaskan kaitan BH Irma. Sekarang ia sudah telanjang dari pinggang ke atas.

Irma mencoba menahan kepala Deni yang memainkan lidahnya di kedua buah dadanya sambil manahan juga rangsangan yang hebat dari Deni yang kini menghisap kedua puting susunya kanan-kiri. Kedua puting itu mengeras dan membesar.
"Aauuhh! Paa udah dong jangan di sini!"

Tangan Deni lebih kasar lagi, sekarang dia menyusup ke balik celana panjang Irma dan berusaha melepaskan celana itu. Tangan Irma mencegah tangan suaminya melepaskan celana panjangnya. Percuma, celana panjang terlepas sudah. Sekarang yang tersisa hanyalah celana dalam. Irma mati-matian mempertahankan "benteng terakhirnya" itu.

Suara Irma yang menangis itu ternyata membangkitkan rangsangan Deni. Dia langsung menyusup ke balik CD istrinya dan kemudian mengelus vagina yang ternyata udah basah dari tadi. Entah apakah basah karena air shower atau emang udah basah karena cairan vagina itu sendiri.
Jari telunjuk Deni mengelus-elus permukaan vagina yang licin itu sampai Irma mendesah-desah, "Aahh, aahh.. uddah Paah!"

Muka Irma memerah seperti udang rebus. Tanpa sadar Irma merenggangkan kakinya sehingga Deni dengan mudah melepaskan CD. Sekarang mereka berdua telah tenajang bulat. Deni menggencet tubuh istrinya di tembok dan kemudian penis yang sudah menempel di perut Irma dia goyang-goyang seperti gerakan bersetubuh. Irma berteriak mengelinjang sementara bibir dan lidah Deni sibuk mengecup dan menjilat leher dan tengkuk istrinya. Tak lupa pula bibir Irma ia kulum seperti permen. payudaranya juga tidak luput dari remasan tangan yang sudah terbakar nafsu birahi.

Pantat Deni terus menggenjot penis yang menekan perut Irma.
"Aaahh, Papa janggan Paahh berentii doonng" Irma sudah kepayahan digencet terus di tembok. Sebenarnya Irma merasakan rangsangan yang hebat, tetapi dia tidak mau mengakui kalau dia terangsang hebat. Seandainya saja dia mau mengakui tentu dia akan menikmati permainan ini.
Deni semakin keras menggoyangkan pantatnya dan akhirnya terjadilah semburan yang dahsyat yang membanjiri perut Irma!
"Aahhkk!" Deni  tersedak
"Uuuhh!!" Irma ternyata mengalami orgasme juga.
Vaginanya basah sekali oleh lendir dari liang kewanitaannya.

Irma yang kelelahan terduduk di lantai kamar mandi. Penis Deni  yang masih setengah bangun dituntun masuk ke mulut Irma. Irma yang merasa jijik kontan saja melepehkan penis itu. Melihat reaksi seperti itu langsung saja Deni mencengkeram kepala Irma. Penis itu lalu dihisap sampai menegang lagi dan Deni mengoral Irma. Goyangan semakin liar dan Irma pun tampaknya menikmati oral sex ini, walau masih malu-malu.

Deni yang semakin terangsang menjambak rambut Irma dan menggerakkan kepala istrinya maju-mundur sambil menggoyangkan pantatnya. Sepuluh menit kemudian Deni merasa akan mencapai klimaks lagi. Dia tahan kepala istrinya supaya nggak memuntahkan spermanya.
Croot! Croot! Sperma tertumpah di dalam mulut Irma.
"Hhhkk!" Irma mau muntah tapi ditahan suaminya.
"Tahan sayang! Telan! Ini obat awet muda!" seru Deni sambil keenakan. Akhirnya dengan susah payah Irma menelan semua sperma suaminya.

Sambil menyeka sisa sperma yang menetes, Irma bangkit dan berkata, " Pa, permainanmu dahsyat banget. Sebenarnya Mama pengen dari dulu begini sama Papa"
Deni tersenyum mendengar penuturan istrinya.
Mereka mandi bersama sambil berpelukan selama hampir dua jam.

Setelah puas bermandi-mandi, mereka nonton DVD berdua. Deni menyuruh Irma mengenakan tank top untuk olahraga yang memperlihatkan bagian perut yang masih rata dipadu dengan celana dalam yang serasi warnanya, sementara Deni sendiri mengenakan celana dalam saja.

Deni sengaja mengajak istrinya nonton film biru agar Irma makin terangsang. Mereka duduk di lantai yang berkarpet mewah, bukan di tempat tidur. Irma nampak kedinginan karena AC-nya menyala terus. Deni memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil menempelkan kemaluannya di punggung istrinya. Tangannya iseng meremas payudaranya.
"Mama kedinginan ya?" tanya Deni sambil terus meremas.
Mata Irma tak lepas dari film jorok itu.

"Pa,"
"Hmm? "
"Mama mau deh sekarang kita melakukan kayak gitu" kata Irma sambil menunjuk pria bule yang sedang menyetubuhi perempuan Asia.
Setelah berkata begitu, Irma memandang lekat-lekat suaminya dengan penuh cinta. Mereka bangkit lalu berbaring di kasur. Sementara DVD terus menyala.

Mereka berbaring sambil bercengkrama. Ternyata Irma hanya berpura-pura menolak waktu di kamar mandi. Sebenarnya dia hanya nggak mau keperawanannya hilang di kamar mandi. Mendengar hal itu Deni mencium bibir istrinya dengan penuh kasih sayang. Irma membalas ciuman itu dengan birahi membara. Ditindihnya Deni hingga kehabisan nafas. Deni nggak tinggal diam. Dicopotnya tank top Irma dan kembali mencumbui daerah dada wanita itu.

Tak lama kemudian keduanya telah telanjang bulat. Penis Deni memanjang kembali. Irma memeluk suaminya dengan erat. Deni berguling sehingga badannya kini berada di atas Irma.
"Setubuhi Mama, Pa! Renggutlah keperawanan Mama sekarang!"

Deni sudah tidak bisa menahan nafsunya. Kini mereka berdua sudah benar-benar dalam posisi siap untuk melakukan. Irma di bawah, dan Deni di atas. Hanya saja Deni masih memainkan ujung penisnya di klitoris istrinya yang vaginanya sudah banjir memerah mekar menunggu dijebol!
"Papa masukin ya Ma." Deni memasukkan penisnya perlahan.
"Aaaoouuhh.."desah Irma keenakan.
Matanya terpejam. Dadanya menempel pada dada Deni

Sampai suatu saat Deni merasakan ada yang menghalangi jalan masuk penisnya. Batang penis yang mempunyai panjang 15 cm itu sulit untuk masuk. Dengan sedikit iseng Deni menyodok-nyodokkan pelan ke selaput dara istrinya.
Irma langsung merintih.
"Uuuhhkk.. enak Pa."
Deni dengan sedikit tenaga menghujamkan penisnya melewati selaput itu. Selaput dara istrinya langsung robek.
"Aduuhh sakit Paa..!" Irma tiba-tiba menjerit kesakitan.
Deni langsung mencium istrinya. Penisnya tidak digerakkan dulu menunggu sampai vagina istrinya terbiasa dengan penis yang masuk.


Irma terisak-isak, tidak menyangka akan segini sakit padahal vaginanya sudah banjir dari tadi. Dengan cueknya.  Deni menggenjot penisnya. Darah menetes dari vagina Irma yang masih kesakitan. Terdengar nafas Deni yang memburu seperti sedang maraton. Setelah semakin lancar maju-mundur, terlihat di wajah Irma mulai menunjukkan tanda-tanda kenikmatan.
Peluh mulai membasahi keduanya.
"Gimana sayang, masih sakit?" tanya Irma yang terlihat keenakan.
"Ngga lagi Pa, ayo terus Pa!" Enak, tusuk terus Pa! Irma menjawab sambil komat-kamit nggak jelas.
Deni makin mempercepat goyangannya. Lima menit kemudian terasa tubuh Irma bergetar dan dia melenguh panjang.
"Uuuhh!!"

Merasa istrinya sudah orgasme, Deni mempercepat tusukannya, semakin cepat dan, "Oookkhh!"
Cairan mani menyembur hangat di dalam liang vagina Irma. Cairan itu menetes keluar vagina saking banyaknya. Irma tertelentang pasrah sambil menarik napas terengah-engah, sedangkan Deni tertelungkup tak berdaya di atas tubuh istrinya. Penisnya masih tertancap, walaupun sudah lemas.

Deni lalu berguling ke samping dan bertanya, "Gimana Ma? Enak ngga?"
Irma nggak bisa berkata apa-apa lagi. Raut wajahnya kelihatan puas. Dia hanya mengangguk lemas.
Tapi tak lama kemudian Irma berhasil membangkitkan kembali birahi suaminya dan membuat mereka melakukan kembali. Kali ini Deni  terlentang di bawah sedangkan Irma duduk di atas penis suaminya sambil memunggungi Deni. Irma ternyata wanita yang sangat tangguh. Sepuluh menit tidak ada tanda-tanda ingin orgasme.

Tak berapa lama Deni merasakan genjotan istrinya semakin cepat dan penisnya serasa dijepit oleh jepitan yang sangat kuat. Irma orgasme lagi. Deni belum mau keluar. Dia suruh Irma nungging di atas tempat tidur. Dari belakang kemudian dia menusukkan penisnya seperti anjing yang sedang kawin. Deni  lalu menempelkan dadanya ke punggung Irma. Tak lupa tangannya menggerayangi payudara yang seperti bola itu.

Irma merasa cengkeraman tangan Deni  di payudaranya makin mengencang dan goyangan suaminya semakin cepet.
"Uuukhh, croot croot"
Cairan mani yang hangat kembali membasahi vagina Irma. Mungkin karena pengaruh mani suaminya Irma mengalami orgasme lagi. Dia sudah tidak memperdulikan rasa sakit akibat kehilangan keperawanan.

Ketika suaminya mencabut penisnya dan berbaring kembali, Irma berbisik, "Vaginaku robek besar. Kau renggut keperawananku. Tapi aku sadar, semua bagian tubuhku adalah milikmu. Aku cinta kamu, Pa"
Irma lalu mencium kening suaminya yang tertidur. Sejak saat itu Irma selalu meminta hubungan sex di manapun dan kapanpun ada kesempatan. Dia jadi lebih maniak sex dibanding Deni.

NEGARAQQ.NET - agen bandar poker, domino online, bandar q online,  adu qq online dan Domino Online uang asli

close
 photo baneergarisnegaraqq1_zpsuusvdv2c.gif