Kumpulan Cerita Bokep

Kumpulan Cerita Seks - Foto Bugil - Foto Panas Artis Korea - Foto Telanjang - Cewek Bule bugil - Model Bugil

Cerita Seks Beli Mobil Dapat Bonus Kepuasan Seks | Bokep Terkini | Cerita Mesum

Cerita Dewasa Beli Mobil Dapat Bonus Kepuasan Seks

Beli Mobil Dapat Bonus Kepuasan Seks

Cerita Dewasa - Namaku Wawan. Umurku 23 tahun, dan sekarang sedang kuliah di tingkat terakhir di sebuah PTS di Jakarta. Asalku dari Sukabumi, dimana aku menghabiskan masa anak-anak dan remajaku, sampai kemudian aku pindah ke Jakarta empat tahun yang lalu.

Ekonomi keluargaku termasuk pas-pasan. Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di Sukabumi. Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di sana. Aku tinggal di tempat kos di daerah Jakarta Barat. Karena uang kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru privat anak-anak SMA. Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer.

AGEN DOMINO - Akupun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian aku hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. Aku pikir tidak mengapa, asal aku bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, sehingga aku bisa lulus dan membanggakan kedua orang tuaku. Terkadang aku iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll.

Salah satu dari teman kuliahku bernama Monika. Dia seorang gadis cantik dan kaya. Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Percaya atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang aku heran, kok dia bisa tertarik padaku. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya. Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya “cute”, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar, dan berisi. Nggak percuma juga aku sering latihan karate, renang, bola, dan voli waktu di Sukabumi dulu.

Monika dan aku telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpacaran denganku. Akupun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi aku memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Monika pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak. Kemana-mana aku selalu menggunakan motor bersama Monika.

AGEN DOMINO99 - Monikapun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku. Saat makan atau nonton, aku selalu menolak bila dia akan mentraktirku. Aku bilang padanya sebagai laki-laki aku yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah. Itupun aku lakukan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku.

Monika adalah gadis baik-baik. Aku sangat mencintainya. Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh. Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut. Monika pernah bilang padaku, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti. Terlebih akupun waktu itu masih perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Jakarta sekarang.

Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu aku ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. Aku tertarik mendengar cerita suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba.

Hasilnya ternyata luar biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu. Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah.

Cerita Sex - Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung aku menemukan program ini. Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat aku beli. Semakin sering aku mengajak Monika untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21. Monika sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah aku jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya aku bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku.

Hanya satu saja yang masih kurang. Aku belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik. Aku tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya.

“Ya betul… mobil saya memang dijual”. Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.
“Harganya berapa Bu?”
“Empat puluh delapan juta”
“Kok mahal sih Bu?”
“Kondisinya bagus lho.. Semuanya full orisinil”
Dengan cepat kukalkulasi danaku. Wah.. Untung masih cukup, walaupun aku harus menjual motorku dulu. Tetapi akupun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar. Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu.
“Alamatnya dimana Bu?”
Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah.
*****
DOMINO ONLINE - Setelah mencari beberapa lama, sampai juga aku di alamat yang dimaksud.
“Selamat sore” sapaku ketika seorang wanita cantik membuka pintu.
“Oh sore..” jawabnya.
Aku tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju “you can see” menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, aku bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally Margaretha, bintang film itu.
“Saya Wawan yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibu”
“Oh.. Ya silakan masuk.”
Akupun masuk ke dalam rumahnya.
“Tunggu sebentar ya Wan. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?”
“Ah.. Nggak usah ngerepotin.. Apa saja deh Bu”
Akupun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup.
“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya setelah duduk bersamaku di ruang tamu
“Iya Bu.. Hampir selesai sih “
“Ayo diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu berkata lagi.
Kuteguk sirup pemberian si ibu. Enak sekali rasanya menghilangkan dahagaku.
“Oh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu. Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku.
“Wah.. Hebat kamu kalau gitu. Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”
“Yah usaha kecil-kecilan lah” jawabku seadanya.
“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?”
“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu tua. Panggil saja tante Sonya.” jawabnya sambil sedikit tertawa genit.
“Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru”
“Oh begitu..” jawabku.

Kemudian tante Sonya tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak kikuh aku dibuatnya. Terlebih tante Sonya duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
“Anaknya berapa tante. Terus suami tante kerja dimana?” tanyaku untuk menghilangkan kerikuhanku.
“Anakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya.
“Waduh.. Maaf ya tante”
“Nggak apa kok Wan.. Kamu sendiri sudah punya pacar?”
“Sudah, tante”
“Cantik ya?”
“Cantik dong tante..” jawabku lagi.
Duh, aku makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Tante Sonya kemudian beranjak duduk di sebelahku.
“Cantik mana sama tante..” katanya sambil tangannya meremas tanganku.
“Anu.. Aduh.. Sama-sama, tante juga cantik” jawabku sedikit tergagap.
“Kamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?”.
Sambil berkata, tangan tante Sonya mulai berpindah dari tanganku ke pahaku.
“Belum.. Tante.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan dulu” jawabku sambil menepis tangan tante Sonya yang sedang meremas-remas pahaku.
Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Monika pacarku. Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak tante Sonya tersenyum.
“Mau tante ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.
“Aduh.. Tante.. Saya sudah punya pacar.. Nggak usah deh..”
“Mobilnya kapan datang sih?” lanjutku lagi.
“Sebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi? “
Tanpa menunggu jawabanku, tante Sonya pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu tante Sonya. Beberapa menit kemudian, tante Sonya kembali membawa minumanku.
“Ayo diminum lagi” kata tante Sonya sambil memberikan gelas berisi sirup padaku.
Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi. Tante Sonya kemudian kembali duduk di sebelahku.


“Ya sudah.. Kamu memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”
“Iya tante..” jawabku lega.
“Kamu ngambil jurusan apa?”
“Ekonomi, tante”
“Kenal pacarmu di sana juga?”
Waduh.. Aku berpikir kok si tante kembali nanyanya yang kayak begituan.
“Iya dia teman kuliah”
“Ceritain dong gimana ketemuannya”
Yah daripada diminta yang nggak-nggak, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Monika. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi.
Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat. Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku.
“Kenapa Wan.. Kamu sakit ya” tanya tante Sonya tersenyum sambil kembali meremas tanganku.
Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.
“Anu tante rasanya kok agak aneh ya?” jawabku.
“Tapi enak kan?”
Tante Sonyapun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi aku menolak tante Sonya. Nafsuku telah sampai di ubun-ubun.
“Saya tadi dikasih apa tante” tanyaku lirih.
“Ah.. Cuma sedikit obat kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanaku.
“Ayo, tante ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku.
Tante Sonyapun kemudian membuka celanaku beserta celana dalamnya sekaligus.
“Hmm.. Besar juga ya punyamu. Tante suka tongkol besar anak muda begini”.
Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian tante Sonya merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.
“Ah.. Tante..” desahku menahan nikmat, ketika mulut tante Sonya mulai menghisap dan menjilati penisku.

AGEN POKER - Tangan tante Sonyapun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali tante Sonya bangkit dan menciumiku.
“Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk sayang..” bisiknya.

Akupun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah menguasai diriku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur tante Sonya di bagian belakang rumah. Sesampainya aku di kamar, tante Sonya kembali menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung.
“Ayo sayang.. Kamu remas ya”
Kuikuti instruksi tante Sonya dan kuremas payudara miliknya. Tante Sonyapun terdengar mengerang nikmat.
“Sayang… tolong bukain baju tante ya”.
Tante Sonya membalikkan badan dan akupun membuka retsleting baju “you can see”nya. Setelah terbuka, tante Sonya kembali berbalik menghadapku.
“BHnya sekalian donk sayang..” ujarnya.
Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.
“Aduh.. Kamu lugu amat ya.. Tante suka..” katanya disela-sela ciuman kami.
“Pengaitnya di depan, sayang..”
Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara tante Sonya yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar.
“Bagus khan sayang.. Ayo kamu hisap ya..”
Tangan tante Sonya merengkuh kepalaku dan didorong ke arah dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.
“Ah.. Enak.. Anak pintar.. Sshh” desah tante Sonya ketika aku mulai menghisap payudaranya.
“Jilati putingnya yang..” instruksi tante Sonya lebih lanjut. Dengan menurut, akupun menjilati puting payudara tante Sonya yang telah mengeras.
Kemudian aku kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas aku hisapi payudaranya, tante Sonya kemudian mengangkat kepalaku dan kembali menciumiku.
“Sekarang kamu buka rok tante ya”

Tante Sonya merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. Aku terbelalak melihat Tante Sonya ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh tante Sonya yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya.

Kembali tante Sonya mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan tante Sonya lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.
“Cium di sini yuk sayang..” perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan.
“Oh..my god.. Sshh” erang tante Sonya ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.
Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya.
“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.
Tante Sonya lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.
“Jilat di sini sayang..” instruksi tante Sonya sambil tangannya mengusap klitorisnya.
Kujilati klitoris tante Sonya. Desahan tante Sonya semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalaku. Beberapa saat kemudian, tubuh tante Sonyapun mengejang.
“Yes.. Ah.. Yes..” jeritnya.

AGEN QQLiang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus tante Sonya. Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi video porno.
“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas panjang.
Akupun kemudian melucuti semua pakaianku. Tante Sonya lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang.
“Ciumi susu tante lagi dong yang..”

Aku dengan gemas mengabulkan permintaannya. Payudara tante Sonya yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara tante Sonya, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Akupun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya.

Tante Sonya kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas. Selanjutnya, tante Sonya menindih tubuh atletisku. Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut sixpackku pun tak lupa diciuminya.
Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala tante Sonyapun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.
“Sekarang tante pengin ambil perjakamu ya..”

Sambil berkata begitu, tante Sonya menaiki tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina tante Sonya.
“Uh.. Nikmat sekali.. Tante suka tongkolmu.. Enak..” desah tante Sonya sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.
“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut tante Sonya. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.
“Tante suka.. Ahh.. Ngent*tin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”

Tante Sonya terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama. Akupun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan tante Sonya semakin menjadi-jadi.
“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. ent*tin tante.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..”

AGEN DOMINO ONLINE UANG ASLI - Tak lama tubuh tante Sonyapun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, tante Sonya mengalami orgasme yang kedua kalinya. Tubuh tante Sonya kemudian rubuh di atasku. Karena aku belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh tante Sonya, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.
“Oh.. Enak tante.. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“Wawan mau keluar tante..” kataku ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.
“Keluarin di mulut tante, sayang..”

Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah tante Sonya. Tangan tante Sonya langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
“Ahh.. Tante..” jeritku ketika aku menyemburkan air maniku dalam mulut tante Sonya.
Tante Sonya lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik.
*****
Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.
“Enak Wan?” tanyanya sambil tersenyum genit.
“Enak tante… memang tante sering ya beginian”
“Nggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang tante suka saja..”
“Oh.. Tante sukanya anak muda ya..”
“Iya Wan.. Disamping staminanya masih kuat.. Tante juga merasa jadi lebih awet muda.” jawab tante Sonya genit.
Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil tante Sonya itu. Disamping kondisinya masih bagus, tante Sonya memberikan korting delapan juta rupiah.
“Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu.

Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan tante Sonya. Sebenarnya aku diliputi perasaan berdosa kepada Monika pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, aku jadi ketagihan bermain seks. Aku tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran. Tetapi untuk menyalurkan hasratku, aku terus berhubungan dengan tante Sonya. Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga aku sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Monika untuk menutupi rasa bersalahku. NEGARAQ9.BIZ AGEN DOMINO ONLINE DOMINO ONLINE UANG ASLI AGEN DOMINO99 TERPERCAYA DI INDONESIA

Beli Mobil Dapat Bonus Kepuasan Seks By BokepTerkini.com,  cerita dewasa, cerita panas, cerita sex, cerita mesum, cerita porno, cerita bokep indo, cerita ngentot, bokep online

Cerita Seks Dewasa Bercinta Cukup Ala 69 - BOKEP TERKINI

Cerita Seks Dewasa | Bercinta Cukup Ala 69 

 Cukup Ala 69

Cerita Dewasa - Kisah ini berawal ketika aku sering ditugaskan kantorku ke luar kota untuk mengikuti training, melakukan negosiasi dan maintain pelanggan yang umumnya adalah perusahaan asing. Oh ya, saya John, 32 tahun, berkeluarga dan tinggal di wilayah timurnya Jakarta. Bekasi kali ye. Sebetulnya sejauh ini tidak ada yang kurang dengan keluarga dan profesiku sebagai orang marketing. Sebagai tenaga penjual dengan berbagai training yang pernah kuikuti aku tidak pernah kekurangan teman, pria maupun wanita.

Di mata istriku aku adalah seorang ayah yang baik, penuh perhatian dan selalu pulang cepat ke rumah. Namun di balik itu, sebuah kebiasaan, yang entah ini sudah kebablasan, aku masih suka iseng. Iseng dalam arti awalnya cuma ingin memastikan bahwa ilmu marketing ternyata bisa diterapkan dalam mencari aPapaun termasuk teman cewek, hehehe.. Marketing menurutku bersaudara dengan rayu merayu customer, yah si cewek tadi juga bisa tergolong customer.

Agen Domino - Anyway, Anne adalah orang kesekian yang masuk perangkap ilmu marketing versi 02 (versi 01 adalah customer beneran). Anne gadis berkulit putih berusia 23 tahun, lulusan universitas ternama, tinggi 167, berat 50, (buset, kapan gue ngukurnya ya). Ukuran bra gak hapal, karena sebetulnya aku lebih terkonsentrasi dengan yang di balik bra itu. Mojang Bandung ini kukenal dalam sebuah training di Puncak, Bogor. Dia dari sebuah perusahaan Periklanan di seputaran Sudirman Jakarta dan aku dari perusahaan konsultan Manajemen di sekitar Casablanca, juga di Jakarta.

“Hai Anne, tadi kulihat kamu ngantuk ya?” kataku ketika rehat kopi sore itu di sebuah training yang kuikuti.
“Iya nih, gue ngejar deadline 2 hari dan boss langsung nyuruh ke training ini” katanya.
“Kemari dengan siapa?” kataku menyelidik
“Sendiri.., napa, elo diantar ama bini ya?” Buset dah ketahuan nih gue udah punya bini.
“Ah, enggak, gue sama Andre.. tuh..” kataku sambil menunjuk Andre yang sedang asyik ngobrol dengan peserta lain.
“Lo sendiri kok gak ngantuk sih?”
“Gimana bisa ngantuk sebelah gue ada cewe cakep, hehehe..”
“Ah, masa? Siapa?” Ye, pura pura dia, pikirku.
“Itu tuh, yang tadi ngantuk..”
“Ah, sialan lo..” sambil tangannya mencubit lenganku.

Usai sesi yang melelahkan sore itu, kami kembali ke kamar masing masing. Aku antar dia sampai pintu kamarnya dan janjian ngobrol lagi sambil makan malam.
“Hmm..elo kok nggak bawa jaket An?” kataku ketika dia kulihat agak meringkuk kedinginan di meja makan.
“Iya nih, buru buru.. kelupaan”
“Aku masih punya satu di kamar, biar aku ambilkan”
“Oh, gak usah John.. toh cuma sebentar..”
Tapi aku keburu pergi dan mengambilkan baju hangatku untuknya.
“Thanks, John.. elo emang temen yang baik” katanya sambil mengenakan sweater. Aku membayangkan seandainya aku jadi sweater, heheheh..

Agen Domino99 - Usai makan nampaknya dia buru buru ingin masuk ke kamar. Anne tidak menolak ketika aku menawarkan mengantarkannya. Di depan pintu kamar dia malah menawarkan aku masuk, pengen ngobrol katanya. Alamak, pucuk dicinta ulam tiba. Aku pura pura lihat jam. Masih jam besar 20.15.

“Lain kali aja deh, gak enak kan ntar apa kata teman teman” kataku agak nervous tapi dalam hati aku berdoa, mudah mudahan dia tidak basa basi.
“Cuek aja John, kita kan ada tugas bikin outline..” Memang kebetulan aku dan Anne satu group dengan 3 orang lainnya, tetapi tugas itu sebetulnya bisa dikerjakan besok siang. Akhirnya aku masuk, duduk di kursi. Anne menyetel TV lalu naik ke ranjang dan dengan santai duduk bersila.

“Gimana An, kamu udah punya gambaran tentang tugas besok?” kataku basa basi.
“Belum tuh, males ah ngomongin tugas, mending ngobrol yang lain saja”
Horee.. aku bersorak, pasti dia mau curhat nih. Bener juga.
“John, gue jadi inget cowok gue yang perhatian kayak elo..sama bini elo juga begitu ya?”
“Yah, Anne.. biasa sajalah, sama siapa siapa juga orang marketing harus baik dong, apa lagi sama cewe kayak elo.. hehehe..”
“Tapi gue akhirnya mengerti kalau cowo perhatian itu gak hanya punya satu cewe, tul gak sih?”
“Tergantung dong An, buktinya gue punya bini satu, hahaha..”
“Tapi kayaknya elo juga punya cewe lain.. ya kan?”
“Kok tau sih?” kataku pelan.

Aku jadi ingat Vina mahasiswi yang minta bantuanku menyelesaikan skripsinya dan akhirnya bisa tidur dengannya. Tapi sungguh, aku tidak merusaknya karena aku mengenalnya dengan cara baik baik dan dia tetap virgin sampai akhirnya menikah.

“Stereotip saja, berbanding lurus dengan keramahan dan perhatiannya” katanya lagi dengan senyum yang genit.
“Kenapa emang An, elo lagi ada masalah dengan cowo lo yang ramah itu?”
“Justru itu John, gue lagi mikir mau putus sama dia. Eh, sori kok malah curhat..”
“Santai aja An, setiap orang punya masalah dan banyak cara menghadapinya” kataku seolah psikolog kawakan.
“Gue melihat dia jalan ama temen gue, dan kepergok di kosan temen gue itu”
“Trus?”
“Gue gak bisa maafin dia..”
“Ya, sudah mungkin kamu masih emosi saja, santai saja dulu masih banyak pekerjaan. Toh kalau jodoh dia pasti pulang ke pangkuanmu..” kataku.
“Kadang gue pengen balas aja, selingkuh sama yang lain, biar impas..”
“Hmm.. tapi itu kan gak menyelesaikan?”
“Biar puas aja..” Tiba tiba dia menangis.

Wah gawat nih, pikirku. Aku mendekat dan berusaha membujuknya. Lalu entah bagaimana ceritanya aku sudah memeluknya.

“An, jangan nangis, entar orang orang pada dengar”

Bukannya mereda, tangisnya malah makin keras. Kudekap dia sehingga tangisnya teredam di dadaku. Jantungku berdebar tak karuan. Telunjukku menyeka air matanya. Kupandangi wajahnya. Bodoh amat nih cowoknya, cewe cakep begini kok disia siakan pikirku. Dan tanpa sadar aku mencium pipinya, dia melihatku dengan mata sayu lalu tiba tiba Anne membalas dengan kecupan di bibir. Wah, seperti keinginan gue nih, pikirku dalam hati.

Domino Online - Dan seperti kehilangan kontrol akupun membalas menghisap bibir mungil yang harum dan merekah itu. Anne membalas tidak kalah hotnya. Napasnya terengah engah tanda napsunya mulai naik. Dengan lembut kutidurkan dia. Dan dengan lembut pula tanpa kata kata, dari balik sweater aku sentuh kedua bukit kembar menantang itu. Anne mendesis desis.

“Terus John, perhatian elo bikin gue jadi wanita..”
“Tenang sayang, wanita seperti kamu memang pantas diperhatikan.. hmm?”

Seperti minta persetujuannya, perlahan aku angkat sweater dan tshirtnya. Sekarang kedua bukit kembarnya terbuka. Buset dah, putingnya sudah menonjol keras dan tak ada waktu lagi untuk tidak menyedotnya. Aku memang paling hobby menetek dan menghisap benda terindah di dunia ini. Anne terus mendesis desis. Tangannya juga sudah menggenggam senjataku yang mulai mengeras.

“Uh.. ahh.. uh..”
“Anne.. tubuhmu indah sekali..” Kataku memuji seperti halnya memberi pujian kepada customer perusahaanku.
“Ayo, John.. jangan dilihat saja, aku rela kamu apakah saja..”
“Iya, sayang..” kataku, sambil tanganku merogoh bagian depan celana jinnya.

Tangannya membantu membuka retsileting dan dengan cepat Anne sudah terlihat dengan CD warna kremnya. Hmm, seksi sekali anak ini, pikirku. Hmm..dari balik CD-nya terlihat bulu bulu halus dan hitam legam. Uh, aku sudah tidak sabar lagi namun dengan tenang aku mengelusnya dari luar. Anne menggelijang, matanya terlihat saya menahan gejolak. Perlahan kuturunkan CD-nya. Uh, sodara sodara, tercium aroma yang sangat kukenal, dia pasti merawat benda yang paling dicari semua laki laki ini dengan baik.

“Anne.. boleh aku cium?” bisikku pelan.

Agen Poker - Anne mengangguk lemah dan tersenyum. Perlahan Anne merenggangkan kedua kakinya. Pasrah. Dengan kedua jariku, kubuka vaginanya dan terlihat klitorisnya yang merah merekah. Basah. Sungguh indah dan harum. Kujulurkan lidahku di sekitar pahanya sebelum mencapai klitorisnya. Anne mendesis desis dan mulai meracau dan terlihat seksi sekali.

“Ayo, John.. jangan buat gue tersiksa.. terus ke tengah sayang..”

Aku malah menjilat bagian pusernya membuat dia uringan uringan dan makin bernafsu. Bermain sex memang perlu teknik dan kesabaran tinggi yang membuat wanita merasa di awang awang.

“Johnn.. gila lo, ke bawah sayang.. please..”
“Hmm.. iya nih, gue emang udah gila melihat memek yang indah ini sayang” kataku terengah engah.

Akhirnya lidahku hinggap di labia mayoranya. Kusibak dengan lembut rimbunan hutan yang sudah becek itu. Kuhurip cairan yang meleleh di sela selanya. Kelentitnya kuhisap seperti menghisap permen karet. Akibatnya pantatnya terangkat tinggi dan Anne menjerit nikmat. Lidahku terus merojok sampai ke dalam dalamnya. Kuangkat pantatnya dan kupandangi, lalu kusedot lagi. Anne berteriak teriak nikmat. Aku jadi kuatir kalau suaranya sampai keluar. Kupindahkan bibirku ke bibirnya.

“Tenang sayang, perang baru dimulai..” Kataku berbisik.

Ia mengangguk dan perlahan aku putar posisi menjadi 69. Posisi yang paling aku sukai karena dengan demikian seluruh isi memeknya terlihat indah. Batangku juga sudah terbenam di bibirnya yang mungil dan terasa hangat serta nikmat sekali. Kutahan agar aku tidak meletus duluan.

“Punya kamu enak John..” Pujinya layaknya memuji Customer.
“Iya, sayang punya kamu lebih enak dan baguss sekali..” kataku terengah engah.
“Uh, becek sayang..”

Aku lanjutkan menjilat seluruh permukaan memeknya dari bawah. Uh, benar pemirsa, siapa tahan melihat barang bagus dan cantik ini. Yang luar biasa, aku yakin dia masih perawan. Bentuk kemaluannya menggelembung dan benar benar seperti belum pernah tersentuh benda tumpul lain.

“Anne.. kamu masih perawan sayang..”
“Iya, John.. gue belum pernah..”
“Iya, kamu harus jaga sampai kamu menikah..”
“Gue gak tahan John, cepetan sayang..”

Agen QQ - Sungguh, meski banyak kesempatan aku belum pernah berpikir memerawani cewek baik seperti Anne ini, kecuali istriku. Wanita yang kutahu sedang stress dan sedang mencari pelarian sesaat ini harus ditenangkan. Akan buruk akibatnya ketika dia sadar bahwa keperawanannya diberikan kepada orang lain yang bukan suaminya. Aku percaya jika sudah mencapai orgasme dia justru akan berterima kasih dan menginginkannya lagi. Kembali kujelajahi kemaluannya. Cepat cepat aku jilat berulang ulang klitorisnya. Dan sodara pemirsa, apa kataku, pantatnya tiba tiba menekan keras wajahku dan mengejang beberapa kali..lalu mengendur.

“Uuhh.. gue nyampe Johnn.. aahh.. uhh.. uhh..”

Masih dalam posisi 69, Anne terdiam sesaat, kulihat kemaluannya masih merekah merah. Perlahan ia mulai bangkit dan mngecup bibirku.

“Sorry sayang, gue duluan..”
“No problem Anne.. kamu merasa mendingan?”
Ia mengangguk, memelukku dan mencium bibirku.

“Terima kasih John, elo emang hebat..”
“Iya nih, Ann, gue minta maaf jadi telanjur begini..”
“Gak Papa kok, gue juga senang..”

Kami mengobrol sebentar namun tangannya masih menyentuh nyentuh batangku. Ia mengambilkanku minuman dan menyorongkan gelas ke bibirku. Ketika tegukan terakhir habis, bibirku perlahan mengulum bibirnya. Putingnya mulai mengeras dan aku mulai aksi sedot menyedot seperti bayi. Anne kembali menggelijang.

Aku bisikkan perlahan, “Anne.. gue pengen menggendong kamu sayang”.
“Hmm..mulai nakal ya..” katanya dan merentangkan tangannya.

Aku peluk dan angkat dia lalu kusenderkan ke dinding dekat meja rias. Dari balik cermin kulihat pantatnya yang montok dan mulus itu, membuat gairahku meledak ledak. Dengan posisi berdiri, tubuhnya sungguh seksi. Aku perhatikan dari atas ke bawah, sungguh proporsional tubuhnya. Segera kusedot putingnya dan jariku sebelah kiri segera mengelus rimbunan hutan lebatnya.
Basah, hmm..dia mulai naik lagi. Klentitnya kupilin pilin pelan dan Anne mendesis seperti ular.

Making love sambil berdiri adalah posisi favoritku selain 69. Perlahan sebelah kakinya kuangkat ke kursi pendek meja rias dan terlihatlah belahan memeknya yang merah merekah, indah dan seksi sekali Kuturunkan kepalaku dan segera kutelusuri paha bawahnya dengan lidahku. Dari bawah aku lihat wajahnya mendongak ke atas menahankan nikmat. Sungguh saat itu Anne kelihatan sangat seksi. Sebelum lidahku mencapai kelentitnya, aku sibakkan labia mayoranya dengan kedua Ibu jari. Hmm.. sungguh harum.

“Cepat John.. gue udah gak tahan.. jilat sayang.. jilat..”

Benar benar nikmat melihatnya tersiksa, namun sebetulnya aku lebih tersiksa lagi karena batangku sudah mengeras bagaikan batu. Aku nyaris tak bisa menahan klimaks, namun aku harus membuatnya orgasme untuk kedua kalinya. Benar saja, begitu lidahku menyedot klitorisnya, Anne langsung mengejang dan berteriak pertanda orgasme. Kusedot habis cairannya. Luar biasa, aku menikmati ekspresinya ketika mencapai orgasme dan itu jugalah puncak orgasmeku. Cepat aku berdiri dan aku tekan batangku ke sela sela pahanya dan seketika muncratlah semua. crott.. crott..! Wuahh..

“Oh John, kita keluar bersamaan sayang..”
“Iya, enak banget An.. elo membuat gue gila..”
“Sama.., gue berterima kasih elo menjaga gue..”
“Gue sayang kamu An..”

*****

Pemirsa, begitulah ceritanya. Tak selamanya seks harus membobol gawang. Setelah kejadian itu Anne makin ketagihan. Dia sangat terkesan bisa mencapai orgasme tanpa merusak keperawanannya. Dia juga menyukai posisi 69 dan posisi berdiri yang bisa mirip 69. Kadang kadang aku datang ke kantornya dan hanya dengan mengangkat roknya aku menjelajahi area area sensitifnya secara cepat dan efisien. Dan pada saat yang sama aku juga mencapai orgasme. Masih ada Vina dan Dina yang ketagihan seperti Anne. Aku selalu bilang pada wanita wanita berpendidikan itu bahwa suatu saat mereka akan menikah dan aku berjanji tidak akan memerawaninya. Cukuplah 69!  NEGARAQ9.BIZ AGEN DOMINO ONLINE | DOMINO ONLINE UANG ASLI | AGEN DOMINO99 TERPERCAYA DI INDONESIA



Cerita Seks Ngentot 3 Cewek Montok Sekaligus | Bokep Terkini

Cerita Seks Ngentot 3 Cewek Montok Sekaligus

Ngentot 3 Cewek Montok Sekaligus

Cerita Seks - Namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu amat mendung, saya mulai memasuki gerbang sekolah, untuk studi bersama dengan baik seperti yang dikehendaki orang tua saya pas berpamitan. Di gerbang saya bertemu bersama dengan Vani, teman sekelasku, akupun terjadi bersama dengan Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya.

“Cantik banget sih, Vani…” “Eh, saya belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo saya sudah make over ya??” “Belum mandi??? Jorok banget sih…” Ejekku “Kayak anda bersih banget, biasanya anda kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana kerap deket-deket ce kembali tepat abis olahraga” Balasnya “Sialan nih…” Pikirku, “Ya iyalah… Namanya terhitung co, pasti bau dong abis olahraga…” “Ah… Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga…” “Enak aja, senang anda mirip dia? Cakepan terhitung aku” “Iya terhitung ya… Cakepan kamu, hehehe” “Iyalah… Ramon kok, mana tersedia tandingannya… Hehehe…” “Haha… Kamu narsis banget sih menjadi co…” Katanya sambil mencubit “Ih… Geli deh… Kamu terhitung lucu deh…”

Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun studi di kelas hingga pulang, pas jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, pasti saja saya tidak menolaknya, maklum, Vani itu tidak benar satu ce paling cantik di sekolahku, pas saya duduk sebangku bersama dengan Vani, banyak teman-teman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah saya terhitung co yang biasa-biasa aja. Kalo deket mirip Vani sanggup menjadi gosip baru nih. Bel isyarat pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku selanjutnya terjadi terlihat bersama dengan Vani.

agen bandar poker - “Van, anda pulang mirip siapa?” tanyaku “Gak tau, biasanya sih saya naik angkot, anda senang anterin aku?” “Boleh, rumah anda kan gak amat jauh, asalkan…” “Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?” Protes Vani “…asalkan anda senang cium aku…” Aku mulai nekat, dikarenakan sebetulnya di sekolah saya terkenal nekat. “Ih… Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??” “Ya udah, berhubung anda cakep, saya senang cium kamu, namun cari tempat yang sepi dong…” “Oke… Kita ke toilet belakang sekolah” “Tapi jangan apa-apain saya kembali yah…” “Iya deh… Jangan cemas kalo mirip aku…”

Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani seperti mulai ketakutan, mungkin dikarenakan cemas diapa-apain, namun saya ga peduli. “Nah… Sekarang merem dong, biar saya cium…” Katanya “Iya… Iya… Tapi anda merem terhitung dong…” Suruhku “Ya udah…”
Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, sehabis cukup dekat, saya terhubung mataku dan mulai mencium Vani bersama dengan amat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya saya mencumbui Vani bersama dengan amat bernafsu. “Mmmmmmmhhhhhhh……..” erang Vani, namun saya tidak perduli, saya masih saja mencumbuinya. Tetapi Vani masih sanggup terlepas dari dekapanku. “Katanya cuma cium, masa kayak gitu??” Katanya sambil sedikit tertawa “Tapi suka kan?” Bilang aja… Ya kan? Ya kan? Hehe…” Kataku sambil tertawa dan meledek Vani “Iya sih…”

Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini saya lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya bersama dengan keras. Vani sepertinya mulai meresponnya. Vani membiarkan kembali cumbuanku. “Pelan dikit say… Jangan buru-buru gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh…” Suruhnya, dari sini saya mulai ngerti jika Vani itu seorang “PROFESIONAL”, hehehe… “Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian” Suruhku padanya, berhubung sudah nafsuan banget nih…
Vani mulai membukakan celanaku, saya terhitung terhubung busana seragamku sendiri, hingga saya telanjang bulat pas Vani masih mengenakan pakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, sehabis itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, dan menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan seperti itu saya amat menikmatinya, sudah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!! Tiba-tiba tersedia yang masuk ke di dalam toilet tempat kami beraksi.

“Waaaahhhhh…. Ada yang mantap nih…” Kata orang yang masuk itu “Iya tuh, bagus juga…. Gede loh” Kata orang ke-2 yang masuk. Orang pertama adalah Chintya, teman sekelasku terhitung dan yang ke-2 Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah. “Boleh turut ga nih? Tanya Icha terhadap Vani “Boleh aja kok…” jawab Vani. Aku mulai amat terkejut bersama dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba dan seperti senang turut bersama dengan aksi kami. Kalo mereka senang ikut, Rejeki jangan tidak diterima ah…

“Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?” kata Chintya “Mending kami ke rumahku aja, kebetulan kembali kosong tuh” jadi Icha “Ya udah, namun cepetan dong, nanggung nih… Belum dikeluarin…” “udah santai aja, nanti kami keluarin bertiga, santai aja” jawab Icha Akupun langsung mengenakan seragamku kembali, selanjutnya kami terjadi menuju parkiran, saya naik sepeda motor bersama dengan Vani, Icha dan Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga sabar terhitung nih si Vani.

domino online - Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah hingga duluan di sana, mereka menunggu kami, pada akhirnya kami masuk ke di dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengitari oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan langsung menciumiku, pas Chintya dan Vani duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada dan selangkanganku, suatu hal mulai mengeras di selangkanganku. Lalu saya memeluk Icha, mendekapnya bersama dengan amat keras, pas itu saya tidak jelas siapa memegang bagian tubuhku yang mana, pas itu saya merasakan tersedia yang membukakan celanaku, selanjutnya menariknya bersama dengan sedikit ada problem untuk membukanya, tinggallah busana seragamku bersama dengan celana pendek ketatku, tanpa tersedia apa-apa kembali di dalamnya, saya membiarkan ciumanku bersama dengan Icha, selanjutnya kulepas busana seragamku, kini saya telanjang tanpa mengfungsikan busana apapun, selanjutnya saya mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, mulai amat geli.

Icha terhubung bajunya, selanjutnya melemparkannya kepada saya dan Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya. Terlihat kulit terhadap dada Icha yang amat putih mulus, seperti punyai mantanku dulu, Sarah. Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, selanjutnya Icha membukakan BHnya, makin terlihat jelas jika Icha luar biasa cantiknya, selanjutnya Icha terhubung roknya ke bawah, terhitung CDnya, saya amat suka melihatnya, selanjutnya saya lepaskan cumbuanku terhadap Vani, saya berdiri dan langsung mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, selanjutnya saya mendorongnya ke sofa, Icha jadi berdiri, menarik tanganku, mengajak saya menuju kamarnya, tersedia sebuah ranjang yang besar, saya langsung ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya menyusul kami ke sini. Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak lama ia mengocok, selanjutnya Icha menghisapnya bersama dengan penuh semangat, saya hingga melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Vani mulai terhubung semua busana mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, saya ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya selanjutnya memasang posisi letakkan memeknya ke wajahku.

adu qq online - aku langsung menjilatinya. Vani terhitung mengocok memeknya sendiri, saya amat suka lihat panorama seperti ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan. Icha yang sepertinya sudah mulai jemu menghisapi kontolku mulai bangkit dan mengupayakan duduki kontolku dan memasukkan kontolku ke di dalam memeknya yang sudah basah terangsang. Kontolku merasakan betapa nikmatnya memek Icha, saya menggoyangkan pinggulku bersama dengan cepat, Icha pun meresponnya bersama dengan baik, Icha terhitung membalas gerakan pinggulku bersama dengan amat liar, lihat itu, Vani menghampiri Icha dan langsung mencium Icha bersama dengan amat liar, wow! Ini semua amat hebat, amat luar biasa rasanya 3 anak SMA kontol bersama dengan liar begini! “kontol, enak banget nih… Akkkhhhhh……..” Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha selanjutnya bangkit dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur. Vani mencapai kontolku dan menghisapnya, pas Chintya masih bertahan bersama dengan hisapanku di memeknya, saya masih di dalam posisi berbaring di ranjang.

“Vaniii… Aku senang ngerasain kontol si Ramon… Pengen banget nih… Akkkkhhhh….” “Ya udah, sini dong” “Entar, anda nungging aja, Chin, biar doggie” suruhku Chintya selanjutnya menungging, saya sempat meremas-remas pantat dan memeknya, selanjutnya saya coba memasukkan kontolku ke di dalam memeknya. “Aaakkkkhhh…. Aaaahhhh….” Itulah yang terlihat dari mulutnya pas kontolku masuk semuanya ke di dalam memek Chintya “Aaahhh… Enak banget memek kamu, Chin, saya suka banget… Oooohhh….” “Kencengin, Mon, Kerasin… Kontolmu enak banget, kenceng beibh…. Ooooooooohhhhhhh……….” Setelah 7 menit bertahan di dalam posisi ini, kurasakan seperti tersedia yang senang terlihat dari di dalam penisku, pada akhirnya saya ngecrot di di dalam memeknya sambil mengangkat tubuh Chintya dan mencium bibirnya dari samping. “Oooohhh…. Enak banget beibh… Aku terlihat terhitung nih… Oooohhh…. Aaaahhhh….” Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di di dalam memeknya, kami tergeletak di dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku di memek Chintya yang meluber terlihat memeknya.

“Enak banget beibh… kontol anda keras banget… Aku suka banget…” katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh Icha Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke di dalam memeknya. Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit saya beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani sedang mengocok-ngocok memeknya bersama dengan jarinya, saya langsung menghampirinya, dan mencumbuinya, saya mulai dari bibir, leher, selanjutnya saya menyusu di dadanya, dadanya amat besar, berukuran lebih kurang 36B, dikarenakan tubuhnya terhitung besar. Lalu saya menjilati memeknya, dan mengocok-ngocok memeknya bersama dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya. “Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh……………. Ennnnaaakkkkkk…….” Kudiamkan jariku di di dalam memeknya sesaat, selanjutnya kukeluarkan. “Kamu senang kontol, sayang?” tanyaku Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan…! Masukin…!” Kini saya berada di pada ke-2 pahanya, mengangkat ke-2 kakinya ke atas bahuku, selanjutnya coba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah dan merekah merah.

Domino Online uang asli - Masuklah kontolku ke di dalam memeknya. “Oooohhh… Aaaahhhh… Eeennnaaakkkk…” Erangnya pas saya menggoyang kontolku Semakin cepat saya menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari terhadap tadi, mungkin dikarenakan sudah dikeluarin sekali pikirku, lama di dalam posisi seperti ini, saya berharap Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari di dalam memeknya, saya memutar posisinya miring ke kiri, bersama dengan posisi ini saya masih menggoyang pinggulku bersama dengan kencang. Tanganku di dalam posisi meremas-remas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah dikarenakan kutampar-tampar. Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil lihat permainan saya dan Vani. Sambil saya kontol bersama dengan Vani, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya dia senang lagi, makin kencang saya menggoyangkan pinggulku, selanjutnya kuberhenti sebentar, saya memutar tubuh Vani ke posisi doggie, dikarenakan saya suka sekali posisi ini, di dalam posisi ini saya meremas-remas dada Vani, makin Vani mendesah dan berteriak, pas sambil menggoyang saya berciuman bersama dengan Icha, makin kukencangkan goyanganku dan pada akhirnya Vani mengalami orgasmenya.

Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, saya langsung bergerak menuju Icha yang sudah telentang terhubung pahanya, saya memasukkan kontolku ke di dalam vaginanya. Aku menggoyang tubuh Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama di dalam posisi ini. “Mon… Mau terlihat nih aku… Aaaahhh…. Enak banget…” “Aku terhitung kak…” Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut dan dada Icha, seperti menungguku untuk orgasme. Akhirnya saya cabut kontolku terlihat memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, amat deras. Lalu saya menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Vani, Chintya langsung menghisap kontolku hingga lemas. Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku tersedia Icha, di kiriku tersedia Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Vani. “Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kami sanggup main kembali kan?” kata Icha “Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu, kendati ga amat gede, namun anda sanggup main lama” puji Vani “Kapan sanggup main lagi, Mon?” tanya Chintya “Kapan aja saya sanggup kok main mirip kalian, kalo senang terhitung di mana aja saya lakuin, di sekolahan agen domino99 terhitung jadi!”

“Bener nih? Gimana kalo besok kami main kembali di sekolahan?” kata Icha “Ah gila ah… Aku ga mau” tolak Chintya “Boleh… Asalkan tepat sudah sepi…” “Ga enak dong kalo sepi, ga seru…” Kata Icha kembali “Ah, saya tetep ga mau…” Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya dia kelelahan dan tidur. “Terserah kalian semualah… Yang penting kalo kembali pengen, hubungi aja aku… Hahaha…” Itulah kisahku bersama dengan 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama dengan mereka kembali pas tersedia pertandingan futsal di sekolah…  NEGARAQ9.BIZ AGEN DOMINO ONLINE DOMINO ONLINE UANG ASLI AGEN DOMINO99 TERPERCAYA DI INDONESIA

Cerita Seks ngentot 3 Cewek Montok Sekaligus By BokepTerkini.com,  cerita dewasa, cerita panas, cerita sex, cerita mesum, cerita porno, cerita bokep indo, cerita ngentot, bokep online

Cerita Dewasa Pemerkosaan Kasir Swalayan - Bokep Terkini | Cerita Sex | AGEN QQ



Cerita Dewasa - Desy yang tetap berumur 25 tahun tidak memahami bahayanya bekerja sebagai kasir di sebuah toko serba ada di Jakarta. Dengan stimulan dan keinginan untuk independen membuat dirinya tidak mempedulikan nasehat orang tuanya yang jadi risau melihat putriya kerap mendapat giliran jaga dari malam sampai pagi. Desy lebih pilih bekerja pada shift tersebut, sebab dari pas tengah malam sampai pagi, jarang sekali ada pembeli, sehingga Desy mampu studi untuk kuliahnya siang nanti.

Sampai akhirnya pada suatu malam, Desy mendapati dirinya ditodong oleh sepucuk pistol pas di depan matanya. Yang berambut Gondrong, dan yang satu lagi berkumis tebal. Mereka berdua, menerobos masuk membuat Desy yang tengah berkonsentrasi pada bukunya terkejut.

“Keluarin uangnya!” perintah si Gondrong, pas si Kumis menentukan seluruh kabel video dan telpon yang ada di toko itu. Tangan Desy gemetar berupaya mengakses laci kasir yang ada di depannya, saking takutnya kunci itu sampai terjatuh sebagian kali. Setelah sebagian saat, Desy sukses mengakses laci itu dan memerikan seluruh duit yang ada di dalamnya, sebanyak 100 ribu kepada si Gondrong, Desy tidak diperkenankan menyimpan duit lebih dari 100 ribu di laci tersebut. Karena itu setiap kelebihannya langsung dimasukan ke lemari besi. Setelah si Gondrong merampas duit itu, Desy langsung mundur ke belakang, ia terlampau kekhawatiran kakinya lemas, hampir jatuh.

“Masa hanya segini?!” bentak si Gondrong.

“Buka lemari besinya! Sekarang!” Mereka berdua menggiring Desy masuk ke kantor manajernya dan mendorongnya sampai jatuh berlutut di hadapan lemari besi. Desy jadi menangis, ia tidak memahami nomor paduan lemari besi itu, ia hanya menyelipkan duit masuk ke didalam lemari besi melalui celah pintunya.

“Cepat!” bentak si Kumis, Desy merasakan pistol melekat di belakang kepalanya. Desy berupaya untuk menyatakan jika ia tidak memahami nomor lemari besi itu. Untunglah, melihat mata Desy yang ketakutan, mereka berdua percaya. “Brengsek! Nggak sepadan mirip resikonya! Iket dia, biar dia nggak mampu manggil polisi!” Desy di dudukkan di kursi manajernya bersama dengan tangan diikat ke belakang. Kemudian ke dua kaki Desy juga diikat ke kaki kursi yang ia duduki. si Kumis sesudah itu menyita plester dan menempelkannya ke mulut Desy.

“Beres! Ayo cabut!”

“Tunggu! Tunggu dulu cing! Liat dia, dia boleh juga ya?!”.

“Cepetan! Ntar ada yang tau! Kita hanya dapet 100 ribu, cepetan!”.

“Gue ingin lihat bentar aja!”.

Agen qq - Mata Desy terbelalak dikala si Gondrong mendekat dan menarik t-shirt merah muda yang ia kenakan. Dengan satu tarikan keras, t-shirt itu robek membuat BH-nya terlihat. Payudara Desy yang berukuran sedang, bergoyang-goyang sebab Desy meronta-ronta didalam ikatannya.

“Wow, oke banget!” si Gondrong berseru kagum.

“Oke, sekarang kami pergi!” ajak si Kumis, tidak begitu tertarik pada Desy sebab repot mengawasi suasana depan toko.

Tapi si Gondrong tidak peduli, ia sekarang meraba-raba puting susu Desy melalui BH-nya, setelah itu ia memasukkan jarinya ke belahan payudara Desy. Dan tiba-tiba, bersama dengan satu tarikan BH Desy ditariknya, tubuh Desy ikut tertarik ke depan, tetapi akhirnya tali BH Desy terputus dan sekarang payudara Desy bergoyang bebas tanpa ditutupi selembar benangpun.

“Jangan!” teriak Desy. Tapi yang tedengar hanya nada gumaman. Terasa oleh Desy mulut si Gondrong menghisapi puting susunya pertama yang kiri selanjutnya sekarang ganti ke kanan. Kemudian Desy menjerit dikala si Gondrong mengigit puting susunya.

“Diem! Jangan berisik!” si Gondrong menampar Desy, sampai berkunang-kunang. Desy hanya mampu menangis.

“Gue bilang diem!”, sembari berbicara itu si Gondrong menampar buah dada Desy, sampai sebuah cap tangan berwarna merah terbentuk di payudara kiri Desy. Kemudian si Gondrong berpindah dan menampar duit sebelah kanan. Desy konsisten menjerit-jerit bersama dengan mulut diplester, pas si Gondrong konsisten memukuli buah dada Desy sampai akhirnya bulatan buah dada Desy berwarna merah.

“Ayo, cepetan cing!”, si Kumis menarik tangan si Gondrong.

“Kita musti cepet minggat dari sini!” Desy bersyukur dikala melihat si Gondrong diseret keluar ruangan oleh si Kumis. Payudaranya jadi terlampau sakit, tetapi Desy bersyukur ia tetap hidup. Melihat sekelilingnya, Desy berupaya mendapatkan sesuatu untuk membiarkan dirinya. Di meja ada gunting, tetapi ia tidak mampu bergerak mirip sekali.

“Hey, Roy! Tokonya kosong!”.

“Masa, cepetan ambil permen!”.

“Goblok lo, ambil bir tolol!”.

Tubuh Desy menegang, mendengar nada sebagian anak-anak di anggota depan toko. Dari suaranya ia memahami bahwa itu adalah anak-anak berandal yang ada di lingkungan itu. Mereka baru berusia kurang lebih 12 sampai 15 tahun. Desy mengeluarkan nada minta tolong.

“sstt! Lo denger nggak?!”.

“Cepet kembaliin semua!”.

“Lari, lari! Kita ketauan!”.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka menjengukkan kepalanya ke didalam kantor manajer. Ia terperangah melihat Desy, terikat di kursi, bersama dengan t-shirt robek membuat buah dadanya mengacung ke arahnya.

“Buset!” berandal itu nampak terkejut sekali, tetapi sesaat sesudah itu ia menyeringai.

“Hei, lihat nih! Ada kejutan!”

Agen Domino99 - Desy berupaya menyatakan pada mereka, menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berupaya menyatakan bahwa dirinya baru saja dirampok. Ia berupaya minta tolong sehingga mereka memanggil polisi. Ia berupaya memohon sehingga mereka membiarkan dirinya dan menutupi dadanya. Tapi yang keluar hanya nada gumanan sebab mulutnya tetap tertutup plester. Satu demi satu berandalan itu masuk ke didalam kantor. Satu, sesudah itu dua, selanjutnya tiga. Empat. Lima! Lima wajah-wajah bersama dengan senyum menyeringai sekarang mengamati tubuh Desy, yang konsisten meronta-ronta berupaya menutupi tubuhnya dari pandangan mereka. Berandalan, yang berumur kurang lebih 15 tahun itu terkagum-kagum bersama dengan penemuan mereka.

“Gila! Cewek nih!”.

“Dia telanjang!”.

“Tu lihat susunya! susu!”
.
“Mana, mana gue ingin liat!”.

“Gue ingin pegang!”.

“Pasti alus tuh!”.

“Bawahnya kayak apa ya?!”.

Mereka seluruh berkomentar bersamaan, kegirangan mendapatkan Desy yang udah terikat erat. Kelima berandal itu maju dan merubung Desy, tangan-tangan menggapai tubuh Desy. Desy tidak memahami lagi, punya siapa tanga-tangan tersebut, semuanya berebutan mengelus pinggangnya, meremas buah dadanya, menjambak rambutnya, seseorang menjepit dan menarik-narik puting susunya. Kemudian, salah satu dari mereka menjilati pipinya dan memasukan ujung lidahnya ke lubang telinga Desy.

“Ayo, kami lepasin dia dari kursi!” Mereka membiarkan ikatan pada kaki Desy, tetapi bersama dengan tangan tetap terikat di belakang, sambil konsisten meraba dan meremas tubuh Desy. Melihat ruangan kantor itu terlampau kecil mereka menyeret Desy keluar menuju anggota depan toko. Desy meronta-ronta dikala jadi ada yang berupaya membiarkan kancing jeansnya. Mereka menarik-narik jeans Desy sampai akhirnya turun sampai ke lutut. Desy konsisten meronta-ronta, dan akhirnya mereka berenam jatuh tersungkur ke lantai. Sebelum Desy sempat membalikkan badannya, tiba-tiba terdengar nada lecutan, dan sesaat sesudah itu Desy merasakan sakit yang terlampau terlampau di pantatnya. Desy melihat salah seorang berandal tadi memegang sebuah ikat pinggang kulit dan bersiap-siap mengayunkannya lagi ke pantatnya!

“Bangun! Bangun!” ia berteriak, sesudah itu mengayunkan lagi ikat pinggangnya. Sebuah garis merah timbul di pantat Desy. Desy berupaya berguling merawat pantatnya yang jadi sakit sekali. Tapi berandal tadi tidak peduli, ia lagi mengayunkan ikat pinggang tadi yang sekarang menghajar perut Desy.

“Bangun! naik ke sini!” berandal tadi menyapu barang-barang yang ada di atas meja layan sampai berjatuhan ke lantai. Desy berupaya bangun tetapi tidak berhasil. Lagi, sebuah pukulan menghajar buah dadanya. Desy berguling dan berupaya berdiri dan sukses berlutut dan berdiri. Berandal tadi memberi tambahan ikat pinggang tadi kepada temannya. “Kalo dia gerak, pukul aja!”

Bandar q - Langsung saja Desy mendapat pukulan di pantatnya. Berandal-berandal yang lain tertawa dan bersorak. Mereka selanjutnya mendorong dan menarik tubuhnya, membuat ia bergerak-gerak sehingga mereka punya alasan lagi membuat memukulnya. Berandal yang pertama tadi lagi bersama dengan mempunyai segulung plester besar. Ia mendorong Desy sampai berbaring telentang di atas meja. Pertama ia membiarkan tangan Desy sesudah itu langsung mengikatnya bersama dengan plester di sudut-sudut meja, tangan Desy sekarang terikat erat bersama dengan plester sampai ke kaki meja. Selanjutnya ia membiarkan sepatu, jeans dan celana didalam Desy dan mengikatkan kaki-kaki Desy ke kaki-kaki meja lainnya. Sekarang Desy berbaring telentang, telanjang bulat bersama dengan tangan dan kaki terbuka lebar menyerupai huruf X.

“Waktu Pesta!” berandal tadi selanjutnya menurunkan celana dan celana dalamnya. Mata Desy terbelalak melihat penisnya menggantung, 1/2 keras selama 20 senti. Berandal tadi memegang pinggul Desy dan menariknya sampai mendekati tepi meja. Kemudian ia menggosok-gosok penisnya sampai berdiri mengacung tegang.

“Waktunya masuk!” ia bersorak pas teman-teman lainnya bersorak dan tertawa. Dengan satu stimulan keras, penisnya masuk ke vagina Desy. Desy melolong kesakitan. Air mata meleleh turun, pas berandal tadi jadi bergerak keluar masuk. Temannya naik ke atas meja, menduduki dada Desy, membuat Desy sukar bernafas. Kemudian ia membiarkan celananya, mengeluarkan penisnya dari celana dalamnya. Plester di mulut Desy ditariknya sampai lepas. Desy berupaya berteriak, tetapi mulutnya langsung dimasuki oleh penis berandal yang ada di atasnya. Langsung saja, penis tadi mengeras dan membesar bersamaan bersama dengan keluar masuknya penis tadi di mulut Desy. Pandangan Desy berkunang-kunang dan jadi bakal pingsan, dikala tiba-tiba mulutnya dipenuhi cairan kental, yang jadi asin dan pahit. Semprotan demi semprotan masuk, tanpa mampu dimuntahkan oleh Desy. Desy konsisten menelan cairan tadi sehingga mampu konsisten menyita nafas.

Berandal yang duduk di atas dada Desy turun dikala kemudian, berandal yang tengah meperkosanya di tepi meja bergerak jadi cepat. Ia memukuli perut Desy, membuat Desy mengejang dan vaginanya berkontraksi menjepit penisnya. Ia sesudah itu memegang buah dada Desy sambil konsisten bergerak jadi cepat, ia mengerang-erang mendekati klimaks. Tangannya meremas dan menarik buah dada Desy dikala tubuhnya bergetar dan sperma pun menyemprot keluar, terus menerus mengalir masuk di vagina Desy. Sementara itu berandal yang lainnya berdiri di samping meja dan lakukan masturbasi, dikala pimpinan mereka menggapai puncaknya mereka juga mengalami ejakulasi bersamaan. Sperma mereka menyemprot keluar dan jatuh di muka, rambut dan dada Desy.

Desy tidak memahami apa yang terjadi selanjutnya, dikala tahu-tahu ia lagi sendirian di toko tadi, tetap terikat erat di atas meja. Ia tersadar dikala memahami dirinya keluar jelas, jika ada orang melalui di depan tokonya. Desy meronta-ronta membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Ia menangis dan meronta berupaya membiarkan diri dari plester yang mengikatnya. Setelah sebagian lama coba Desy sukses membiarkan tangan kanannya. Kemudian ia membiarkan tangan kirinya, kaki kanannya. Tinggal satu lagi.

“Wah, wah, wah!” terdengar nada laki-laki di pintu depan. Desy terkejut dan berupaya menutupi dada dan vaginanya bersama dengan ke dua tangannya.

“Tolong saya!” ratap Desy.

“Tolong aku Pak! Toko aku dirampok, aku diikat dan diperkosa! Tolong aku Pak, panggilkan polisi!”

“Nama lu Desy kan?” tanya laki-laki tadi.

“Bagaimana ayah memahami nama saya?” Desy bingung dan takut.

“Gue Roy. Orang yang kerjaannya di toko ini lo rebut!”.

“Saya tidak merebut pekerjaan bapak. Saya memahami dari iklan di koran. Saya benar-benar tidak memahami pak! Tolong aku pak!”.

“Gara-gara lo ngelamar ke sini gue jadi dipecat! Gue nggak heran lo diterima kalo lihat bodi lo”.

Desy lagi jadi kekhawatiran melihat Roy, seseorang yang belum dulu dicermati dan dikenalnya tetapi udah membencinya. Desy lagi berupaya membiarkan ikatan di kaki kirinya, membuat Raoy naik pitam. Ia menyambar tangan Desy dan menekuknya ke belakang dan lagi diikatnya bersama dengan plester, dan plester itu konsisten dilitkan sampai mengikat ke bahu, sampai Desy benar-benar terikat erat. Ikatan itu membuat Desy kesakitan, ia menggeliat dan buah dadanya jadi membusung keluar.

“Lepaskan! Sakit! aduuhh! Saya tidak memecat bapak! Kenapa aku diikat?”
“Gue tadinya berkenan ngerampok nih toko, hanya kayaknya gue udah keduluan. Jadi gue rusak aja deh nih toko”.

Ia sesudah itu membiarkan ikatan kaki Desy sehingga sekarang Desy duduk di tepi meja bersama dengan tangan terikat di belakang. Kemudian diikatnya lagi bersama dengan plester.

Agen Poker - Kemudian Roy jadi menghancurkan isi toko itu, etalase dipecahnya, rak-rak ditendang jatuh. Kemudian Roy jadi menghancurkan kotak pendingin es krim yang ada di kanan Desy. Es krim beterbangan dilempar oleh Roy. Beberapa di antaranya tentang tubuh Desy, sesudah itu meleleh mengalir turun, melalui punggungnya masuk ke belahan pantatnya. Di depan, es tadi mengalir melalui belahan buah dadanya, turun ke perut dan mengalir ke vagina Desy. Rasa dingin juga melekat di buah dada Desy, membuat putingnya mengeras san mengacung. Ketika Roy selesai, tubuh Desy bergetar kedinginan dan lengket sebab es krim yang meleleh.

“Lo keliatan kedinginan!” ejek Roy sambil menyentil puting susu Desy yang mengeras kaku.
“Gue musti kasih lo sesuatu yang anget.”

Roy sesudah itu mendekati wajan untuk mengoreng hot dog yang ada di tengah ruangan. Desy melihat Roy mendekat mempunyai sebagian buah sosis yang berasap. “Jangaann!” Desy berteriak dikala Roy mengakses bibir vaginanya dan memasukan satu sosis ke didalam vaginanya yang jadi dingin sebab es tadi. Kemudian ia memasukan sosis yang kedua, dan ketiga. Sosis yang keempat putus dikala bakal dimasukan. Vagina Desy sekarang diisi oleh tiga buah sosis yang tetap berasap. Desy menangis kesakitan kerena panas yang dirasakannya.

“Keliatannya nikmat!” Roy tertawa.

“Tapi gue lebih bahagia bersama dengan mustard!” Ia menyita botol mustard dan menghimpit botol itu. Cairan mustard keluar menyemprot ke vagina Desy. Desy menangis terus, melihat dirinya disiksa bersama dengan cara yang tak terbayangkan olehnya.

Sambil tertawa Roy melanjutkan usahanya menghancurkan isi toko itu. Desy berupaya membiarkan diri, tetapi tak berhasil. Nafasnya tersengal-sengal, ia tidak kuat menahan seluruh ini. Tubuh Desy bergerak lunglai jatuh.”

“Hei! Kalo kerja jangan tidur!” bentak Roy sambil menampar pipi Desy.

“Lo tau nggak, area sini nggak aman jadi wajib ada alarm.”

Desy meronta kekhawatiran melihat Roy memegang dua buah jepitan buaya. Jepitan itu bergigi tajam dan jepitannya keras sekali. Roy mendekatkan satu jepitan ke puting susu kanan Desy, menekannya sampai terbuka dan melepaskannya sampai menutup lagi menjepit puting susu Desy. Desy menjerit dan melolong kesakitan, gigi jepitan tadi menancap ke puting susunya. Kemudian Roy juga menjepit puting susu yang ada di sebelah kiri. Air mata Desy bercucuran di pipi.

Kemudian Roy mengikatkan kawat halus di ke dua jepitan tadi, mengulurnya dan sesudah itu mengikatnya ke pegangan pintu masuk. Ketika pintu itu didorong Roy sampai mengakses keluar, Desy jadi jepitan tadi tertarik oleh kawat, dan membuat buah dadanya tertarik dan ia menjerit kesakitan.

“Nah, udah jadi. Lo tau kan pintu depan ini mampu buka ke dalem ama keluar, tetapi mampu juga disetel hanya mampu diakses bersama dengan cara ditarik bukan didorong. Jadi gue sekarang pergi dulu, konsisten nanti gue pakai biar pintu itu hanya mampu diakses kalo ditarik. Nanti kalo ada orang dateng, pas dia dorong pintu kan nggak bisa, pasti dia coba membuat narik tuh pintu, nah, pas narik itu alarmnya bakal bunyi!”

“Jangan! aku mohoon! mohon! jangan! jangan! ampun!”

Roy tidak peduli, ia keluar dan tidak lupa memasang kunci pada pintu itu sampai sekarang pintu tadi hanya mampu diakses bersama dengan ditarik. Desy menangis ketakutan, puting susunya udah hampir rata, dijepit. Ia meronta-ronta berupaya membiarkan ikatan. Tubuh Desy berkeringat setelah berupaya membiarkan diri tanpa hasil. Lama sesudah itu keluar sebuah bayangan di depan pintu, Desy melihat ternyata bayangan itu punya gelandangan yang kerap melalui dan meminta-minta. Gelandangan itu melihat tubuh Desy, telanjang bersama dengan buah dada mengacung.

Gelandang itu mendorong pintu masuk. Pintu itu tidak terbuka. Kemudian ia menggapai pegangan pintu dan jadi menariknya.

Desy berupaya menjerit “Jangan! jangan! jangan buka! jangaann!”, tetapi gelandangan tadi selalu menarik pintu, yang sesudah itu menarik kawat dan menarik jepitan yang ada di puting susunya. Gigi-gigi yang udah menancap di daging puting susunya tertarik, merobek puting susunya. Desy menjerit keras sekali sebelum akan jatuh di atas meja. Pingsan.

Desy tersadar dan menjerit. Sekarang ia berdiri di depan meja kasir. Tangannya terikat ke atas di rangka besi meja kasir. Sedangkan kakinya juga terikat terbuka lebar pada kaki-kaki meja kasir. Ia jadi kesakitan. Puting susunya sekarang berwarna ungu, dan jadi terlampau sensitif. Udara dingin saja membuat puting susunya mengacung tegang. Memar-memar menghiasi seluruh tubuhnya, jadi pinggang, dada dan pinggulnya. Desy merasakan sepasang tangan berupaya mengakses belahan pantatnya dari belakang. Sesuatu yang dingin dan keras berupaya masuk ke liang anusnya. Desy menoleh ke belakang, dan ia melihat gelandangan tadi berlutut di belakangnya tengah memegang sebuah botol bir.

“Jangan, ampun! Lepaskan aku pak! Saya udah diperkosa dan dipukuli! Saya tidak tahan lagi.”

“Tapi Mbak, pantat Mbak kan belon.” gelandangan itu berbicara tidak jelas.

“Jangan!” Desy meronta, dikala penis gelandangan tadi jadi berupaya masuk ke anusnya. Setelah sebagian kali usaha, gelandangan tadi memahami penisnya tidak mampu masuk ke didalam anus Desy. Lalu ia berlutut lagi, menyita sebuah botol bir dari rak dan jadi mendorong dan memutar-mutarnya masuk ke liang anus Desy.

Desy menjerit-jerit dan meronta-ronta dikala leher botol bir tadi jadi masuk bersama dengan suasana tetap mempunyai tutup botol yang berpinggiran tajam. Liang anus Desy tersayat-sayat dikala gelandangan tadi memutar-mutar botol bersama dengan harapan liang anus Desy mampu membesar.

Domino Online Uang Asli - Setelah sebagian saat, gelandangan tadi mencabut botol tadi. Tutup botol bir itu udah dilapisi darah dari didalam anus Desy, tetapi ia tidak peduli. Gelandang itu lagi berupaya memasukan penisnya ke didalam anus Desy yang sekarang udah membesar sebab dimasuki botol bir. Gelandang tadi jadi bergerak kesenangan, udah lama sekali ia tidak meniduri perempuan, ia bergerak cepat dan keras sehingga Desy jadi dirinya bakal terlepar ke depan setiap gelandangan tadi bergerak maju. Desy konsisten menangis melihat dirinya disodomi oleh gelandangan yang barangkali mempunyai penyakit kelamin, tetapi gelandangan tadi konsisten bergerak jadi jadi cepat, tangannya meremas buah dada Desy, membuat Desy menjerit sebab puting susunya yang terluka ikut diremas dan dipilih-pilin. Akhirnya bersama dengan satu erangan, gelandang tadi orgasme, dan Desy merakan cairan hangat mengalir didalam anusnya, sampai gelandangan tadi jatuh terduduk lemas di belakang Desy.

“Makasih ya Mbak! Saya bahagia sekali! Makasih.” gelandangan tadi membiarkan ikatan Desy. Kemudian ia mendorong Desy duduk dan lagi mengikat tangan Desy ke belakang, sesudah itu mengikat kaki Desy erat-erat. Kemudian tubuh Desy didorongnya ke bawah meja kasir sampai tidak keluar dari luar.

Sambil konsisten mengumam menerima kasih gelandangan tadi terjadi sempoyongan sambil mempunyai sebagian botol bir keluar dari toko. Desy konsisten menangis, merintih merasakan sperma gelandangan tadi mengalir keluar dari anusnya. Lama sesudah itu Desy jatuh pingsan kelelahan dan shock. Ia baru tersadar dikala ditemukan oleh rekan kerjanya yang masuk pukul 6 pagi. negaraq9.biz merupakan situs agen poker terbaik serta terpercaya yang menyediakan game bandar q, adu qq, sakong, capsa, bandar poker, domino online uang asli


Cerita Dewasa Pemerkosaan Kasir Swalayan By BokepTerkini.com,  cerita dewasa, cerita panas, cerita sex, cerita mesum, cerita porno, cerita bokep indo, cerita ngentot, kisah pengalaman seks

close
 photo baneergarisnegaraqq1_zpsuusvdv2c.gif